Clik When U See an Ads Banner

Lai Salaha Minnduu Nilla Hii Kaasyifah,Lai Salaha Minnduu Nilla Hii Kaasyifah,Lai Salaha Minnduu Nilla Hii Kaasyifah.

Klik Baner 4 money Fund

MuliaNya Sahabat Ku

Gersang Bumi Tanpa Hujan , Gersang Minda Tanpa Ilmu,
Gersang Hati Tanpa Iman , Gersang Jiwa Tanpa Amal .
Photobucket
Dengan Penuh Kesyukuran Ke Hadrat Illahi , Setepak Sireh Kami Hulurkan Untuk Mengundang Semua Kemari , Beras Kunyit Kami Taburi , Air Mawar Di Renjis Wangi , Berkembang Kasih Menabur Budi , Undangan Kami Setulus Hati,, Harap Sudi Datang Merai,, Semoga Allah Memberkati Wassalam Terima Kasih

."Sebarkanlah ajaranku walau satu ayat pun"(Sabda Rasulullah SAW)"Nescaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar."(Surah Al-Ahzab:71)

04 August, 2011

somalia yang kemarau panjang , Sedih tengok orang disana

Berita terkini TV3 Lepas subuh tadi .. mengisahkan orang-orang somalia yang kebuluran kemarau panjang,  kemarau panjang  yang teruk disana..sedihnya tak terasa menitis air mata tengok berita ni..

saya pun search lah cari berita pasal kemarau tu... ramai juga blogers yang letak kisah orang somalia ni... mungkin kerana simpati...

ramai yang maut kerana kekurangan makanan... kat tempat kita ramai yang maut kerana terlebih makan... mewahnya makanan kat malaysia kan... Alhamduliilah tempat kita belum diuji sehebat tu kan..
Banyak Orang Yang Tewas Saat Selamatkan Diri Dari Kemarau di Somalia

KAPAL TERBANG PERTAMA PENGIRIM BANTUAN KELAPARAN AKIBAT KEMARAU DI SOMALIA TIBA
Pengiriman bantuan melalui udara itu semula dijadualkan hari Selasa tetapi ditunda karena masalah-masalah logistik di Kenya.
Foto: Reuters
Bantuan bahan pangan dari Program Pangan Dunia PBB (WFP) tiba di bandara Mogadishu, Rabu (27/7).

Badan Pangan Dunia WFP telah memulai pengiriman bantuan pangan darurat ke daerah Tanduk Afrika yang dilanda kemarau parah.Demikian laporan yang dikutip dari VOANEWS, Kamis (28/7)
Seorang pejabat WFP memastikan kepada VOA Siaran Somalia, Kapal terbang pertama yang membawa lebih dari 14 ton pangan telah mendarat hari Rabu di ibukota Mogadishu.

Kapal Terbang ini diyakini merupakan pesawat pertama yang mengirimkan bantuan pangan ke Somalia sejak PBB mengumumkan bencana kelaparan di dua wilayah selatan negara itu pekan lalu.

Pesawat-pesawat tambahan diperkirakan akan berangkat pekan ini ke Ethiopia bagian timur dan Kenya bagian utara, di dekat perbatasan Somalia.

Pengiriman bantuan lewat udara itu semula dijadwalkan hari Selasa tetapi ditunda oleh apa yang digambarkan WFP sebagai masalah-masalah logistik di Kenya.

Pejabat-pejabat PBB mengatakan lebih dari 11 juta orang di Tanduk Afrika membutuhkan bantuan darurat.

PBB mengadakan konferensi para donor di Nairobi – Kenya hari Rabu, dengan tujuan mengumpulkan dana hingga 1,6 milyar dollar untuk memerangi bencana kelaparan dalam 12 bulan mendatang.
Berita Selanjutnya Klik Read More Tu Ye...
Geneva - Banyak orang, termasuk anak-anak, maut sewaktu menyelamatkan diri dari kemarau teruk di Somalia, badan PBB urusan pelarian mengatakan Jumaat, dan memperingatkan upaya bantuan terancam oleh banyaknya jumlah pelarian yang berdatangan di berbagai kem.

"Banyak orang meninggal dalam perjalanan berdasarkan apa yang kami dengar," kata Melissa Fleming, wanita juru cakap bagi Komisaris Tinggi PBB Urusan Pelarian (UNHCR).

Namun ia tak dapat memberi perincian mengenai jumlah kematian, tapi mengatakan ada keterangan "yang mengerikan" dari para ibu yang telah kehilangan anak mereka di perjalanan dan orang lain yang dipaksa meninggalkan anggota keluarga yang sakit.

Sebanyak 1,700 orang Somalia datang setiap hari di daerah Dollo Ado di Ethiopia tenggara dalam usaha mencari makanan dan air. Sementara itu di Kenya --yang bertetangga-- sebanyak 1,400 orang datang setiap hari di kem pelarian yang kelebihan penghuni di Dadaab, kata UNHCR sebagaimana dilaporkan AFP --yang dipantau ANTARA di Jakarta.

"Hari ini kami memperingatkan bahawa berbagai usaha kemanusiaan untuk membantu pelarian Somalia yang baru datang di Ethiopia tenggara menghadapi resiko kelebihan beban tanpa reaksi lebih cepat dan aktif internasional terhadap krisis kemarau dan pelarian di Tanduk Afrika," kata Fleming.

PBB sebelumnya telah memperingatkan 10 juta orang di Tanduk Afrika telah menghadapi kemarau terburuk dalam 60 tahun, sementara sebahagian daerah berada di ambang kelaparan.

Musim hujan yang buruk ditambah harga makanan yang meningkat telah mengakibatkan kekurangan makanan teruk di berbagai negara termasuk Djibouti, Ehtiopia, Kenya, Somalia dan Uganda.(*)

“Banyak orang meninggal dalam perjalanan berdasarkan apa yang kami dengar,” kata Melissa Fleming, wanita juru bicara bagi Komisaris Tinggi PBB Urusan Pengungsi (UNHCR).

Namun ia tak dapat memberi perincian mengenai jumlah korban jiwa, tapi mengatakan ada keterangan “yang mengerikan” dari para ibu yang telah kehilangan anak mereka di perjalanan dan orang lain yang dipaksa meninggalkan anggota keluarga yang sakit.

Sebanyak 1.700 orang Somalia berdatangan setiap hari di daerah Dollo Ado di Ethiopia tenggara dalam upaya mencari makanan dan air. Sementara itu di Kenya yang bertetangga sebanyak 1.400 orang datang setiap hari di kamp pengungsi yang kelebihan penghuni di Dadaab, kata UNHCR sebagaimana dilaporkan AFP.

“Hari ini kami memperingatkan bahwa berbagai upaya kemanusiaan untuk membantu pengungsi Somalia yang baru datang di Ethiopia tenggara menghadapi resiko kelebihan beban tanpa reaksi lebih cepat dan aktif internasional terhadap krisis kemarau dan pengungsi di Tanduk Afrika,” kata Fleming.

Fleming, yang menggawaris-bawahi banyaknya orang yang tiba di Dollo Ado, mengatakan sistem untuk memenuhi kebutuhan akan pangan dan kesehatan “hampir tertekuk”.

PBB sebelumnya telah memperingatkan 10 juta orang di Tanduk Afrika telah menghadapi kemarau terburuk dalam 60 tahun, sementara sebagian daerah berada di ambang kelaparan.

Musim hujan yang buruk ditambah harga pangan yang meningkat telah mengakibatkan kekurangan pangan parah di berbagai negara termasuk Djibouti, Ehtiopia, Kenya, Somalia dan Uganda. (Aef/AN/Emp)
sumber :ANTARA News/AFP
www.tips-fb.com

1 comments:

Anonymous said... [Reply]
This comment has been removed by a blog administrator.

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails

Kawan-kawan Blogger Paling Aktif Dan Terkini

Post Paling Diminati